Pernahkah Anda menyewa VPS baru, menginstal sistem operasi standar seperti Ubuntu 24.04, lalu membiarkannya online begitu saja tanpa pengamanan ekstra? Hati-hati, server Anda bisa jadi sasaran empuk serangan siber!
Berdasarkan uji coba yang dilakukan dengan membiarkan VPS standar online selama 30 hari tanpa hardening apa pun, tercatat adanya lonjakan incoming traffic yang tidak wajar [00:00]. Tidak main-main, traffic masuk tersebut mencapai 46,3 GB di bulan pertama, dan terus bertambah hingga total lebih dari 70 GB dalam kurun waktu satu bulan [00:49]. Hal ini menandakan banyaknya bot atau pihak tak bertanggung jawab yang mencoba meretas masuk ke dalam server kita.
Oleh karena itu, setelah melakukan instalasi server Linux (khususnya Ubuntu), ada 5 langkah dasar hardening security yang wajib Anda lakukan. Berikut adalah panduannya:
1. Buat User Sudoers Baru dan Nonaktifkan User Root [02:09]
Langkah pertama yang paling krusial adalah jangan pernah menggunakan user root sebagai akses utama harian Anda. Hacker sangat tahu bahwa setiap server Linux pasti memiliki user bernama root, sehingga ini menjadi target utama brute-force.
- Buatlah user baru (misalnya dengan nama Anda sendiri) dan masukkan user tersebut ke dalam grup
sudo. - Setelah memastikan user baru Anda bisa digunakan untuk login dan memiliki akses sudo, segera disable (nonaktifkan) akses login untuk user
rootmelalui konfigurasi SSH.
2. Gunakan SSH Key / Certificate dan Matikan Login Password [05:09]
Login menggunakan password konvensional sangat rentan ditebak atau dibobol dengan metode brute-force. Solusi terbaiknya adalah menggunakan SSH Key.
- Generate SSH Key dari komputer lokal Anda.
- Copy dan masukkan Public Key tersebut ke dalam server VPS Anda.
- Pastikan Anda sudah bisa login dengan sukses menggunakan sertifikat (SSH Key) tersebut tanpa perlu memasukkan password.
3. Ubah Port Default SSH & Konfigurasi UFW Firewall [07:37]
Port default untuk koneksi SSH adalah 22. Semua bot scanning di internet pasti akan mencari port 22 yang terbuka.
- Ubah port default SSH di file konfigurasi
sshd_configke angka lain yang tidak umum, misalnya2212. - Setelah itu, matikan fitur Password Authentication (ubah menjadi "no") agar server hanya menerima login via SSH Key.
- Jangan lupa aktifkan UFW (Uncomplicated Firewall) [09:11]: Blokir (deny) semua koneksi incoming secara default, lalu buka (allow) hanya port khusus SSH Anda yang baru (misalnya 2212). Pastikan untuk menguji koneksi port baru tersebut sebelum me-restart dan me-ngenable UFW agar Anda tidak terkunci dari server sendiri!
4. Instal dan Konfigurasi Fail2Ban [11:45]
Meskipun port sudah diubah, terkadang masih ada IP nakal yang berhasil menemukan port SSH Anda dan mencoba melakukan spam login. Untuk mengatasi hal ini, pasang Fail2Ban.
- Instal aplikasi
fail2bandi Ubuntu Anda. - Konfigurasi jail lokal untuk memonitor koneksi SSH. Anda bisa mengatur aturan (rules) yang ketat. Misalnya: Jika ada IP yang gagal login sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 2 menit, maka IP tersebut akan otomatis di-banned alias diblokir selama 120 menit [14:03].
5. Aktifkan Automatic Security Patch Update [14:49]
Celah keamanan (vulnerability) pada sistem operasi selalu ditemukan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, memastikan sistem Ubuntu Anda mendapatkan pembaruan (patch) keamanan secara rutin adalah sebuah keharusan.
- Konfigurasi fitur
unattended-upgradespada Ubuntu. - Atur sistem agar secara otomatis mengunduh ( download ) dan menginstal stable update dan security patch tanpa harus Anda lakukan secara manual setiap hari [15:39].
Kesimpulan
Menerapkan kelima langkah di atas—mulai dari mematikan root, menggunakan SSH Key, mengganti port SSH beserta konfigurasi firewall, memasang Fail2Ban, hingga mengaktifkan fitur auto-update—adalah standar perlindungan siber minimal yang harus dilakukan setelah Anda melakukan setup Linux VPS.
Meski di level enterprise masih banyak konfigurasi tingkat lanjut lainnya yang dibutuhkan, kelima dasar ini [16:44] sudah sangat mumpuni untuk mencegah server Anda disusupi oleh serangan bot acak maupun hacker pemula.
Semoga bermanfaat, dan jangan lupa pantau terus artikel dan tutorial teknis lainnya di riespratama.com!
(Artikel ini berdasarkan referensi video: https://youtu.be/mt3ZrX5NIQY)
Hands-on IT Manager, membangun dan mengelola infrastruktur IT di industri manufaktur, implementasi ERP, dan mengembangkan software pendukung. Menjembatani kebutuhan bisnis dan solusi teknologi. Berteman dengan Linux sambil meracik kopi di waktu senggang.


