Panduan ini mencakup lima langkah utama untuk mengamankan server Ubuntu yang baru diinstal. Langkah-langkah tersebut meliputi pembaruan sistem, pembuatan pengguna non-root, pengamanan akses SSH dengan mengubah port dan menonaktifkan autentikasi kata sandi, serta konfigurasi firewall UFW untuk membatasi lalu lintas jaringan.
Langkah tambahan mencakup pemasangan Fail2ban untuk melindungi dari serangan brute-force dan pengaturan pembaruan keamanan otomatis melalui Unattended-Upgrades. Implementasi langkah-langkah ini sejak awal diharapkan dapat meminimalkan risiko keamanan server.
Berikut adalah panduan praktis langkah demi langkah untuk mengamankan (security hardening) server Ubuntu yang baru aja diinstal.
1. Perbarui Sistem & Buat Pengguna Non-Root
Langkah pertama adalah memastikan seluruh paket memiliki patch keamanan terbaru dan berhenti menggunakan akun root secara langsung untuk aktivitas harian.
# Update repositori dan upgrade paket
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
# Buat pengguna baru
sudo adduser admin-server
# Berikan akses sudo ke pengguna baru
sudo usermod -aG sudo admin-server
2. Amankan Akses SSH
Port standar SSH (22) merupakan target utama serangan brute-force. Amankan dengan mengubah konfigurasi utama pada /etc/ssh/sshd_config.
- Ubah Port Default: Ganti
Port 22menjadi port kustom (misal:Port 2222). - Matikan Login Root: Ubah
PermitRootLogin yesmenjadiPermitRootLogin no. - Gunakan Autentikasi Kunci SSH (SSH Key): Matikan autentikasi kata sandi dengan mengabungkan
PasswordAuthentication no.
Port 2222
PermitRootLogin no
PasswordAuthentication no
PubkeyAuthentication yes
MaxAuthTries 3Validasi koonfigurasi dengan perintah berikut:
sudo sshd -tKalau ga ada error, kita lanjut.
Setelah mengubah konfigurasi, terapkan perubahan:
sudo systemctl restart sshdPenting nih: Jangan tutup dulu sesi terminal saat ini. Buka terminal baru dan coba lakukan koneksi SSH menggunakan port dan pengguna baru (ssh -p 2222 admin-server@ip-server-mu) untuk memastikan akses berfungsi dengan baik.
3. Konfigurasi Firewall (UFW)
Aktifkan Uncomplicated Firewall (UFW) untuk membatasi lalu lintas jaringan yang masuk dan hanya mengizinkan port yang diperlukan.
# Atur aturan bawaan (blokir semua lalu lintas masuk, izinkan keluar)
sudo ufw default deny incoming
sudo ufw default allow outgoing
# Izinkan port SSH baru Anda (misal: 2222)
sudo ufw allow 2222/tcp
# Izinkan lalu lintas web standar jika diperlukan
sudo ufw allow 80/tcp # HTTP
sudo ufw allow 443/tcp # HTTPS
# Aktifkan firewall
sudo ufw enable
4. Proteksi Brute-Force dengan Fail2ban
Fail2ban memantau log sistem dan secara otomatis memblokir IP yang mencurigakan (seperti kegagalan login berulang).
# Instal Fail2ban
sudo apt install fail2ban -y
# Salin konfigurasi bawaan untuk kustomisasi
sudo cp /etc/fail2ban/jail.conf /etc/fail2ban/jail.local
# Jalankan dan aktifkan layanan
sudo systemctl start fail2ban
sudo systemctl enable fail2ban
5. Otomatisasi Pembaruan Keamanan (Unattended-Upgrades)
Pastikan server selalu menerima pembaruan patch keamanan penting secara otomatis tanpa perlu intervensi manual setiap hari.
Bash
# Instal paket pembaruan otomatis
sudo apt install unattended-upgrades -y
# Aktifkan fitur otomatisasi
sudo dpkg-reconfigure --priority=low unattended-upgrades
Melakukan security hardening sejak hari pertama server diaktifkan adalah langkah krusial untuk meminimalisasi risiko peretasan dan serangan otomatis di internet. Dengan menerapkan pembatasan akses root, mengamankan SSH, mengaktifkan UFW, serta memasang Fail2ban dan pembaruan otomatis, Kita telah membangun fondasi pertahanan yang kokoh untuk server Ubuntu. Tetap lakukan audit log secara berkala dan pastikan untuk selalu mencadangkan (backup) data penting.
*artikel ini dibuat dengan bantuan AI, diedit dan direview oleh Aries P. Wibowo
Hands-on IT Manager, membangun dan mengelola infrastruktur IT di industri manufaktur, implementasi ERP, dan mengembangkan software pendukung. Menjembatani kebutuhan bisnis dan solusi teknologi. Berteman dengan Linux sambil meracik kopi di waktu senggang.



