Aries Pratama Wibowo26 Feb 2026

Setup Alpine Linux, si kecil nan bermanfaat

Kalau dihadapkan pada pilihan distro Linux dengan mempertimbangkan sumber daya yang minim, saya akan beralih ke Alpine, kenapa? karena ukuran iso-nya yang kecil, saat ini versi standardnya untuk x86_64 hanya berukuran 360-an MB, bahkan untuk virtual machine dia sediakan "kemasan sachet" 66 MB. Saya bisa setup dengan RAM 512 MB atau sesuai kebutuhan, untuk menjalankan service yang saya inginkan.

Kali ini saya memerlukan server untuk menjalankan Gitea, server Git repositori lokal yang akan digunakan oleh rekan-rekan developer secara internal. Saya akan jalankan Alpine di atas VM Proxmox, dan menggunakan iso standard versi 3.23.3-x86_64. Saya juga perlu database engine, sepertinya PostgreSQL akan menjadi pilihan saya kali ini.

Berikut langkah-langkah yang saya lakukan:

1. Menyiapkan VM

Setup virtual machine di Proxmox, dengan konfigurasi processor single core, RAM 768 MB, dan HDD 32 GB, skip iso image di awal, karena saya baru akan mendownloadnya setelah ini.

Konfigurasi VM yang digunakan

2. Mendownload iso Alpine Linux

Untuk mendapatkan iso Alpine, saya mendownload dari website resminya https://www.alpinelinux.org/downloads/. Saya pilih versi standard, dengan arsitektur x86_64, saat saya download ukurannya 347 MB.

Pilihan versi yang tersedia

Setelah download selesai, upload file iso ke server proxmox.

3. Setup Alpine di VM

Start VM dengan iso yang sudah terpasang, Alpine akan langsung booting dan menampilkan prompt login, cukup ketikan root dan enter, maka kita masuk sebagai root tanpa password.

Tampilan awal Alpine

Jalankan perintah setup-alpine dan ikuti langkahnya untuk mengisi setiap parameter, untuk keyboard layout saya pilih none saja, hostname gitea, interface network default eth0, setting ip manual.

Pertanyaan parameter saat instalasi

Lanjutkan sampai membuat root password, memilih timezone Asia/Jakarta, memilih proxy kalau ada, memilih mirror repository, sampai membuat user baru kalau diperlukan.

Kemudian pilih media untuk sistem akan diinstal, sda, dan pilih mode install sys (tradisional), installer akan berjalan dan tinggal tunggu sampai selesai.

Memilh media instal dan metodenya

Setelah instalasi selesai, sistem akan meminta untuk reboot, tinggal ketik reboot lalu enter

Instalasi selesai

Sistem akan melakukan reboot dan booting ke HDD secara default, login dengan root atau username dan password yang dibuat sebelumnya.

Tampilan login Alpine setelah install

Sampai sini Alpine Linux sudah siap digunakan, waktunya saya menginstal paket-paket yang diperlukan untuk Gitea di ---link---

Tambahan (Update!)

Tambahkan user baru dan akses sudo jika diperlukan, ini lebih baik dari sisi keamanan, kita tidak langsung login sebagai root di server.

Install sudo

Tambahkan username baru:

adduser -S -D -H -h /var/lib/gitea -s /bin/bash -g "Gitea Service" -G git aries

Set password:

passwd aries

Tambahkan user baru ke group wheel:

addgroup aries wheel

Edit file sudo dengan perintah visudo, cari %wheel ALL=(ALL:ALL) ALL dan hilangkan tanda pagar (uncomment)

Selesai, coba login dengan user yang sudah dibuat

Jadi yang paling update, langganan gratis artikel dari riespratama.com langsung ke inbox-mu

Baca Juga:

Setup Alpine Linux, si kecil nan bermanfaat

Kalau dihadapkan pada pilihan distro Linux dengan mempertimbangkan sumber daya yang minim, saya akan beralih ke Alpine, kenapa? karena ukuran […]

Read More
Install Thunderbird dan Firefox via APT (bukan Snap) di Ubuntu 24.04

Secara default Ubuntu 24.04 membawa browser Firefox dan email client Thunderbird dalam paket instalasinya, namun kedua software Mozilla tersebut sudah […]

Read More
Mengatasi error karena update kernel (Ubuntu 24.04)

Karena saya rajin update (dan ga ambil pusing =p), setiap ada notifikasi update dari Ubuntu, baik software ataupun system, biasanya […]

Read More
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram
×